ONE OF THE WORLD CULTURAL HERITAGE IN
Kabupaten Badung adalah salah satu kabupaten yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Di Kabupaten Badung inilah terdapat kawasan pariwisata yang sudah terkenal di dunia antara lain Kuta dan Nusa Dua dengan berbagai keindahan lainnya berupa keindahan alam laut, gunung maupun adat istiadatnya.
Diantara keunikan tersebut ada ciri lain di Kabupaten Badung yang belum banyak dikenal oleh masyarakat yaitu bahwa di Kabupaten Badung ini terdapat suatu lagam/gaya arsitektur yang berbeda dengan lagam/gaya arsitektur
Berdasarkan hasil wawancara dan buku karya Dr. Soegianto Sastrodiwiryo, 1999 ”Perjalanan Danghyang Nirarta, Sebuah Dharmayatra (1478-1560) dari Daha sampai Tambora”, maka Purusada ini termasuk salah satu pura yang dikunjungi oleh Danhyang.
Apabila diperhatikan maka sebagian besar gaya arsitektur pada Purusada ini menggunakan bata merah, dan uniknya penggunaan bata merah ini hanya digunakan pada Purusada sedangkan bangunan lainnya di daerah Kapal dan sekitarnya tidak diperbolehkan. Pura ini terletak di tepi jalan yang berstatus jalan desa. Dalam kompleks pura ini juga terdapat sebuah bangunan yang mirip candi-candi di Jawa Timur, sehingga dalam tulisannya Dr. Soegianto Sastrodiwiryo mengatakan bahwa candi ini bagaikan miniatur Candi Prambanan, Jawa Tengah. Bangunan candi ini tingginya kurang lebih 16 meter. Beberapa meter sebelah selatan candi-candi terdapat paras segi empat berjajar-jajar teratur yang tertanam dalam tanah mirip pusara-pusara taman makam pahlawan. Jumlah paras tersebut 52 buah.
Berdasarkan legenda, ’pusara-pusara’ dari paras ini merupakan tugu peringatan untuk menghormati para anak buah kapal yang terdampar di pantai Tuban. Mereka datang dari India menuju Nusantara kemudian terdampar di pantai Tuban lalu memilih desa Kapal sebagai tempat bermukim.
Menurut berbagai informasi purusada merupakan salah satu pura yang termasuk dalam World Cultural Herritage atau Warisan Budaya Dunia sehingga pura ini juga banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan mancanegara.






